Sunday, September 15, 2013

Flowchart


1. Pengertian Flowchart

 Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.


 Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahasa pemrograman.

2. Simbol-Simbol Flowchart 
 Simbol-simbol Flowchart yang biasanya dipakai adalah simbol-simbol Flowchart standarr yang dikeluarkan oleh ANSI dan ISO.Berikut ini simbol-simbol Flowchart adalah sebagai berikut :

diatas hanya bebrapa.. masih banyak lg contoh flowchart yg lain..
Kaidah-kaidah pembuatan Flowchart
Dalam pembuatan flowchart tidak ada rumus atau patokan yang bersifat mutlak. Karena flowchart merupakan gambaran hasil pemikiran dalam menganalisa suatu masalah dengan komputer. Sehingga flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan pemrogram lainnya.
Namun secara garis besar, setiap pengolahan selalu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu;
• Input berupa bahan mentah
• Proses pengolahan
• Output berupa bahan jadi.

Untuk pengolahan data dengan komputer, dapat dirangkum urutan dasar untuk pemecahan suatu masalah, yaitu;
·         START: berisi instruksi untuk persiapan perlatan yang diperlukan sebelum menangani pemecahan masalah.
·         READ: berisi instruksi untuk membaca data dari suatu peralatan input.
·         PROCESS: berisi kegiatan yang berkaitan dengan pemecahan persoalan sesuai dengan data yang dibaca.
·         WRITE: berisi instruksi untuk merekam hasil kegiatan ke perlatan output.
·         END: mengakhiri kegiatan pengolahan
- See more at: http://irma14.blogspot.com/2008/09/pengertian-dasar-dan-simbol-flowchart.html#sthash.fWDApq9y.dpuf



Algoritma Rumus Persegi, lingkaran, dan persegi panjang


1. Algoritma Menghitung Luas Lingkaran

o  Deklarasi variable phi,jarijari,jarijari
o  Menetapkan Nilai Phi Yaitu 3.14
o  Menentukan nilai variable jarijari
o  Menghitung Luas Lingkaran Dengan Rumus L=Phi*R*R
o  Menampilkan Nilai Luas

2. Algoritma Untuk Menghitung Luas Persegi
  1.  Deklarasi variable sisi
  2. menentukan nilai variable sisi
  3. Kemudian Luas Persegi Dihitung Menggunakan Rumus Luas = S*S*S.
  4. Kemudian Mencetak Output Berupa Luas Persegi


3. Algoritma Untuk Menghitung Luas Persegi Panjang
  •   Deklarasi variable panjang,lebar,Luas
  • 2Menentukan nilai variable Panjang
  • 3Menentukan nilai variable lebar
  • 4Menentukan nilai variable Luas dengan nilai p*l
  • Menampilkan variable luas



Rumus C++ Luas lingkaran

berikut adalahh rumus program rumus lingkaran :)


#include <iostream>
using namespace std;

int main ()
{
    const float phi=3.14;
    float jarijari, luas;
  
    cout <<"masukkan jarijari : ";
    cin >> jarijari;
  
    luas = phi*jarijari*jarijari;
  
    cout << "Luas Lingkaran =";
    cout<< phi << "x" <<  jarijari << "x" << jarijari<< " = " << luas;
    system ("pause");
    return 0;
  
}

Selamat mencoba :)

Friday, September 13, 2013

Tugas C ++


Program

#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
    int angka1;
    float angka2;
    angka1 =20;
    angka2 =34.5;
    cin>> angka1;
    cout<< angka2;
  
    system("pause");
    return 0;
}

Persegi


#include <iostream>
using namespace std;

int main ()
{
    float sisi,Luas;
  
    cout <<"masukan sisi : ";
    cin >> sisi;
  
    Luas = sisi*sisi;
  
    cout << "luas persegi =";
    cout << sisi << "X" << sisi << " = " << Luas ;
    system ("pause");
    return 0;
  
}

Luas Persegi Panjang

#include <iostream>
using namespace std;

int main ()
{
    float panjang,lebar,Luas;
    
    cout <<"masukan lebar : ";
    cin >> lebar;
    cout <<"masukan panjang : ";
    cin >> panjang;
    
    Luas = panjang*lebar;
    
    cout << "luas persegi panjang =";
    cout << lebar << "X" << panjang << " = " << Luas ;
    system ("pause");
    return 0;
    
}



Saturday, September 7, 2013

variable dan Tipe Data pada bahasa pemrograman Main C


·        PENGERTIAN VARIABLE
Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu  nilai  tertentu  di  dalam  proses  program.  Berbeda  dengan  konstanta  yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai  kebutuhan. Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan
sebagai berikut :
·        Terdiri  dari  gabungan  huruf dan  angka  dengan  karakter  pertama  harus  berupa huruf. Bahasa C bersifat case-sensitive artinya  huruf besar dan  kecil dianggap berbeda. 
·        Tidak boleh mengandung spasi.
·        Tidak  boleh  mengandung  symbol-simbol  khusus,  kecuali  garis  bawah (underscore).  Yang  termasuk  symbol  khusus  yang  tidak  diperbolehkan  antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dsb
·        Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.

·        BAHASA PEMROGRAMAN MAIN C
Bahasa pemrograman Main  C  adalah  bahasa  pemrograman  yang  dapat  dikatakan  berada  di antara  bahasa  beraras  rendah  dan  beraras  tinggi.  Bahasa  beraras  rendah  artinya bahasa yang berorientasi pada mesin dan beraras tinggi berorientasi pada manusia. Bahasa  beraras  rendah,  misalnya  bahasa  assembler,  bahasa  ini  ditulis  dengan sandi  yang  dimengerti  oleh  mesin  saja,  oelha  karena  itu  hanya  digunakan  bagi yang memprogram mikroprosesor. Bahasa beraras rendah merupakan bahasa yang membutuhkan  kecermatan  yang  teliti  bagi  pemrogram  karena  perintahnya  harus rinci,  ditambah  lagi  masing-masing  pabrik  mempunyai  sandi  perintah  sendiri. Bahasa  tinggi  relatif  mudah  digunakan,  karena  ditulis  dengan  bahasa  manusia sehingga mudah dimengerti dan tidak tergantung mesinnya. Bahasa beraras tinggi biasanya digunakan pada komputer.
·        TIPE DATA
Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data mempengaruhi  setiap  instruksi  yang akan  dilaksanakan  oleh  computer.  Misalnya saja 5 dibagi 2 bisa saja menghasilkan hasil yang berbeda tergantung tipe datanya. Jika 5 dan 2 bertipe integer maka akan menghasilkan nilai 2, namun jika keduanya bertipe  float  maka  akan  menghasilkan  nilai  2.5000000.  Pemilihan  tipe  data  yang tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih efisien dan efektif.
Contoh:
No
Tipe Data
Ukuran
Range (jangkauan)
format
Keterangan
1
Char 
1 byte
-128 s/d 127
%c
Karakter
2
Int 
2 byte
-32768 s/d 32767
%i,
Bilangan bulat
3
Float 
4 byte
-3.4E-38 s/d 3.4E+38
%f

Bilangan pecahan
4
Double 
8 byte
1.7E-308 s/d 1.7E+308
%|f
Pecahan presisi gand
5
Void 
0 byte
-
-

Tidak bertipe

Wednesday, September 4, 2013

Membaca


Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuahbahasa. Membaca dan mendengar adalah 2 cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasukhiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor.
Sebagian besar kegiatan membaca sebagian besar dilakukan dari kertasBatu atau kapur di sebuah papan tulis bisa juga dibaca. Tampilan komputerdapat pula dibaca.
Membaca dapat menjadi sesuatu yang dilakukan sendiri maupun dibaca keras-keras. Hal ini dapat menguntungkan pendengar lain, yang juga bisa membangun konsentrasi kita sendiri.

Manfaat Membaca


Kita tahu bahwa buku adalah jendela dunia, untuk mengetahu isi sebuah buku kita perlu memiliki kemampuan membaca. Banyak sekali manfaat yang akan didapat dengan membaca. Manfaat dari membaca untuk kita adalah :
  1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
  2. Ketika sibuk membaca, sesorang terhalang masuk dalam kebodohan.
  3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
  4. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
  5. Membaca membatu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
  6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
  7. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalama orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksanan dan kecerdasan para sarjana.
  8. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya baik untuk mendapat dan merespon ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari disiplin ilmu dan aplikasi didalam hidup.
  9. Keyakinan seseorangakan bertambah ketika dia membaca buku2 yang bermanfaat, terutama buku2 yang ditulis oleh penulis2 muslim yag saleh. Buku itu adalah penyampai ceramah terbaik dan ia mempunyai pengaruh kuat untuk menuntun seseorang menuju kebaikan dan menjauhkan dari kejahatan.
  10. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia2.
  11. Dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat, lebihlanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat.

Membaca Ekstensif.



1. Membaca Survei
    Membaca Survei adalah kegiatan membaca untuk mengetahui secara sekilas terhadap bahan bacaan yang akan dibaca lebih mendalam. Kegiatan membaca survei merupakan pendahuluan/awalan dalam membaca ekstensif.
Yang dilakukan seseorang ketika membaca survei antara lain:
(1) Memeriksa judul bacaan/buku, kata pengantar, daftar isi
(2) Memeriksa bagian terakhir dari isi (kesimpulan) jika ada
(3) Memeriksa indeks jika ada.

2. Membaca Sekilas
    Membaca Sekilas adalah kegiatan membaca dengan mengandalkan kecepatan gerak mata dalam melihat bahan tertulis yang dibacanya dengan tujuan untuk mendapatkan informasi secara cepat.

3. Membaca Dangkal
 Membaca Dangkal bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal, yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. Membaca jenis ini biasanya dilakukan seseorang membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan dan kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang.

Membaca Pada Anak


Permasalahan seputar waktu yang tepat untuk mengajarkan anak membaca pernah menjadi perbincangan yang hangat. Ada yang pro dengan mengajarkan anak membaca di usia dini dan ada juga yang kontra. Sebenarnya anak yang diajarkan membaca sejak dini, sangat mempengaruhi kemampuan membaca anak di masa depan. Dolores Durkin merupakan peneliti yang pertama kali mendalami masalah ini pada tahun 1958-1964 dan mengadakan berbagai studi untuk menelitinya. Apa kesimpulan yang dapat diambil dari studi selama 6 tahun ini?
  1. Anak yang bisa membaca sejak dini ternyata senantiasa bisa mengungguli kemampuan membaca anak yang terlambat, hingga ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
  2. Kemampuan membaca sejak dini ternyata tidak berhubungan dengan IQ anak, namun sangat berhubungan dengan suasana rumah dan keluarganya. Anak-anak yang bisa membaca sejak dini ternyata muncul dari keluarga yang memiliki perhatian dan usaha ekstra dalam membantu mereka belajar membaca.
  3. Kemampuan membaca sejak dini juga tidak berhubungan dengan kondisi sosial-ekonomi. Anak-anak yang bisa membaca sejak dini ternyata memiliki orang tua yang mau menyempatkan waktu untuk kegiatan membaca bersama anaknya, walaupun latar belakang sosial-ekonomi mereka berbeda-beda.

Teori FlashCard


Para ahli mengatakan bahwa bayi sangatlah jenius terhadap bahasa. Sebagai contoh, coba kita lihat… bagi setiap bayi yang lahir di Indonesia, bahasa Indonesia merupakan bahasa asing – tidak bedanya dengan dengan bahasa Inggris atau Rusia. Namun apa yang terjadi? Ternyata si bayi bisa mempelajari bahasanya! Bagaimana ia mempelajarinya? Anda bisa saja dengan bangganya mengatakan bahwa Anda yang yang telah mengajarinya, tapi kalau mau jujur, paling-paling Anda hanya mengajari ‘Mama’, ‘Papa’ dan sebagian kecil kata saja, ya kan? Lalu bagaimana dengan ribuan kosakata, berikut dengan cara pengucapannya yang benar yang diserap oleh si kecil – apakah Anda yang mengajarkannya secara khusus? Para ahli menyimpulkan, bahwa anak-anak mempelajari bahasanya melalui konteks, bukan dengan cara diajarkan satu per satu dari daftar koleksi kata berikut dengan artinya (ini persisi seperti yang diajarkan pada umumnya di sekolah-sekolah ketika mengajarkan bahasa asing ataupun ketika mengajarkan anak membaca). Oleh sebab itu, para ahli menganjurkan agar ketika mengajarkan anak membaca, kita hendaknya mengolah bahasa dalam bentuk tulisan sebagaimana kita mengolah bahasa dalam bentuk pembicaraan. Artinya, kita sebaiknya membuat proses belajar membaca untuk bayi sesederhana mungkin. Dengan begini, anak kecil bisa belajar membaca secara alami dan tanpa ia sadari – sebagaimana ia belajar berbicara dengan bahasa ibunya. Untuk bisa memahami bahasa melalui telinga, diperlukan 3 persyaratan:
  1. Lantang
  2. Jelas
  3. Diulang-ulang
Dan tanpa disadari, seorang ibu biasanya berbicara kepada bayinya dengan 3 elemen ini; lantang,jelas dan diulang-ulang. Alasan utama mengapa kebanyakan bayi tidak menyerap bahasanya melalui mata menuju ke otaknya sebagaimana bahasa tersebut diserap melalui telinga menuju otaknya, adalah karena ternyata untuk bisa membaca bahasa tersebut, diperlukan bahasa yang disajikan kepada penglihatannya dalam bentuk yang besar, jelas dan diulang-ulang. Dan inilah yang gagal diberikan oleh kebanyakan orang tua kepada bayinya – menyajikan kata-kata dalam bentuk besar, jelas dan diulang-ulang, sehingga anak-anak bisa belajar dengan sangat mudah.

Membaca Secara Kritis


Berpikir Kritis adalah "ketetapan yang hati-hati dan tidak tergesa-gesa untuk apakah kita sebaiknya menerima, menolak atau menangguhkan penilaian terhadap suatu pernyataan, dan tingkat kepercayaan dengan mana kita menerima atau menolaknya."
dari Critical Thinking oleh Moore dan Parker.
Strategi Untuk Membaca Secara Kritis
Tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri anda sendiri:
  • Apa topiknya?
  • Kesimpulan apa yang diambil oleh pengarang tentang topik tersebut?
  • Alasan-alasan apa yang diutarakan pengarang yang dapat dipercaya?
    • Hati-Hati dengan alasan yang tidak obyektif (misalnya kasihan, ketakutan, penyalahguaan statistik, dll) yang dapat menipu pembaca.
  • Apakah pengarang menggunakan fakta atau opni?
    • Fakta dapat dibuktikan.
    • Opini tidak dapat dibuktikan dan mungkin tidak mimiliki dasar yang kuat.
  • Apakah pengarang menggunakan kata-kata netral atau emosional?
    • Pembaca kritis melihat di balik kata-kata untuk mengetahui apakah alasan-alasan jelas.
Karakteristik Pemikir Kritis
Mereka jujur terhadap diri sendiri
  • Mereka melawan manipulasi
  • Mereka mengatasi confusion
  • Mereka bertanya
  • Mereka mendasarkan penilaiannya pada bukti
  • Mereka mencari hubungan antar topik
  • Mereka bebas secara intelektual